Pembangunan Infrastruktur Aceh 2020, PUPR Bangun 12 Ruas Jalan Prioritas

 

"Akses jalan dapat memberikan kelancaran dalam angkutan orang, barang dan berbagai hasil pertanian serta industri hingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat."

 

-- Ir Fajri MT --

Kepala Dinas PUPR Aceh

 

 

Pemerintah Aceh melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Aceh kembali menargetkan pembangunan infrastruktur pada tahun 2020 dengan memprioritaskan pembangunan sarana untuk meningkatkan konektivitas antar-kawasan starategis di Aceh. "Pembangunan infrastruktur Aceh 2020, PUPR prioritaskan bangun 12 ruas jalan lanjutan di daerah," kata Kepala Dinas PUPR Aceh, Ir Fajri MT, di Banda Aceh, beberapa waktu lalu.

Disebutkan, 12 ruas jalan yang menjadi prioritas pembangunan adalah, ruas jalan Jantho - Lamno sebanyak 2 ruas, lintas Perlak - Lokop - Blang Kejeren 3 ruas, Blang Kejeren - Babahrot 2 ruas, Trumon - Bulusuma Singkil 2 ruas, Pondok Baru - Samarkilang 1 ruas, Nasereuhe - Lewak - Sibigo 1 ruas, dan jalan baru Batas Aceh Timur - Karang Baru Aceh Tamiang 1 ruas.

"Kami sudah membuat proyeksi-proyeksi apa yang harus dibangun untuk menghubungkan antardaerah. Namun demikian secara teknisnya, nanti dinas provinsi akan menjalin hubungan dengan dinas kabupaten/kota, dalam menyikapi pembangunan 12 ruas jalan tersebut, serta pembangunan infrastruktur lainnya,” tuturnya.

Didampingi Sekretaris Dinas PUPR Aceh, Ir Bakauddin MSi, Kadis PUPR Aceh Ir Fajri MT, menjelaskan bahwa untuk pembangunan tersebut pemerintah Aceh, tentu sangat membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk dalam kegiatan ketahanan pangan, peningkatan kesehatan masyarakat, akses masyarakat terhadap rumah layak, serta pembinaan dan peningkatan sumber daya manusia.

Untuk mendukung program itu, diperlukan peningkatkan konektivitas jaringan jalan dan menurunkan indeks ketimpangan wilayah, di mana Aceh sangat mendukung Pemerintah Pusat dalam pembangunan infrastruktur jalan jembatan. Antara lain, penuntasan ruas jalan Geumpang - Pameu dan ruas jalan Jantho-Keumala, peningkatan jalan kondisi tanah ruas Pameu-Genting Gerbang (10,4 km), pembangunan terowongan Geureute, pembangunan dua jalur Krueng Cut-Ladong, perbaikan geometrik tanjakan semen Sabang, serta lanjutan pembangunan Jembatan Santan (Pango) yang bersumber dari dana APBN.

Selain itu, guna memperlancar konektivitas barang, orang, dan jasa antara Provinsi Aceh dengan Sumatera yang tergabung dalam tol Trans-Sumatera diperlukan percepatan pembangunan tol Aceh ruas Sigli-Banda Aceh sepanjang 74 km, serta pembangunan jalan Banda Aceh Outer Ring Road (BORR).

“Selain jalan, jembatan dan insfratruktur lain, peningkatan akses masyarakat terhadap hunian layak, aman, dan terjangkau dalam rangka mewujudkan kota tanpa permukiman kumuh merupakan juga menjadi harapan Pemerintah Aceh dengan dukungan pusat,” ujar Fajri.

Kadis PUPR Aceh menambahkan, pembangunan sejumlah ruas jalan diharapkan mampu memberikan dampak dan bermanfaat kepada masyarakat, khususnya bagi peningkatan perekonomian masyarakat. "Akses jalan dapat memberikan kelancaran dalam angkutan orang, barang dan berbagai hasil pertanian serta industri hingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Program-program yang dijalankan Pemerintah Aceh juga akan sesuai dengan program prioritas nasional tahun 2020. Sehingga program yang telah dilaksanakan dan juga program-program pembangunan infrastruktur yang akan dilaksanakan di setiap kawasan mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

"Pembangunan infrastruktur PUPR Aceh melalui APBA dan Pemerintah Pusat dari APBN secara berkelanjutan di setiap kawasan dalam upaya mempercepat terwujudnya pembangunan untuk rakyat serta adanya sinergi dan sinkronisasi antara pusat dan daerah," tutur Fajri.

Ia menjelaskan, pihaknya setiap tahun mesti melakukan tiga hal penting dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur di Dinas PUPR Aceh. Ketiga hal itu, yaitu evaluasi terhadap program yang telah dilakukan, memastikan program tahun berjalan tercapai dan melakukan pemograman untuk tahun selanjutnya.

Semua pelaksanaan pembangunan infrastruktur sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA) dan landasan utamanya mengacu kepada visi Pemerintah Aceh yang dicanangkan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh masa bakti 2017-2022. "Jadi pembangunan bidang PUPR juga mengacu visi, yakni terwujudnya Aceh yang damai dan sejahtera melalui pemerintahan yang bersih, adil dan melayani," demikian Kadis PUPR Aceh, Ir Fajri MT.(Mariadi)

 

 

12 Ruas Jalan Prioritas Pembangunan Infrastruktur Aceh 2020

 

* Jantho - Lamno sebanyak 2 ruas

* Perlak - Lokop - Blang Kejeren 3 ruas

* Blang Kejeren - Babahrot 2 ruas

* Trumon - Bulusuma Singkil 2 ruas

* Pondok Baru - Samarkilang 1 ruas

* Nasereuhe - Lewak - Sibigo 1 ruas

* Batas Aceh Timur - Karang Baru Aceh Tamiang 1 ruas