Bappeda Aceh Gelar FGD Evaluasi Pembangunan Daerah 2019

Bappeda Aceh melalui bidang Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan (PEP) menyelenggarakan FGD kegiatan Evaluasi Pembangunan Daerah Tahun 2019, Rabu (19/6/2019, bertempat di ruang rapat II-B Bappeda Aceh.

FGD tersebut dipandu oleh Ir. Alamsyah, MM, Kabid Pengendalian dan Pembangunan Bappeda Aceh. Kegitan tersebut bekerja sama dengan Kementerian PPN/ Bappenas dengan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh mencakup evaluasi pencapaian sasaran pembangunan nasional dan evaluasi tematik di Aceh dengan tema “Peningkatan SDM yang berkualitas dan Berdaya Saing”.

Dr. Abd. Jamal, SE, M.Si selaku koordinator penyusunan Evaluasi Pembangunan Daerah Aceh Tahun 2019 mengatakan, FGD ini diselenggarakan untuk menyepakati pilihan sub tema, tema khusus dan judul evaluasi tematik yang diberikan Bappenas sehingga dalam penyusunan nantinya dapat lebih fokus untuk melihat persoalan-persoalan yang ada di daerah kita sendiri dan dapat memberikan rekomendasi yang nantinya dapat ditindaklanjuti oleh Pemerintah Pusat maupun daerah di masa yang akan datang.

Adapun beberapa Sub Tema evaluasi tematik yang didiskusikan terdiri dari: (1) Pendidikan Dasar; (2) Pendidikan Vokasi; (3) Kesehatan Ibu, Anak, Keluarga Berencana, Kesehatan Reproduksi dan Pengendalian Penyakit; (4) Akses Hunian Layak; (5) Tata Kelola Pelayanan Dasar.

Lima Sub Tema tersebut ditunjang oleh beberapa Tema Khusus yang diharapkan dapat memberi gambaran secara mendetail tentang evaluasi kebijakan dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi daerah.

Ir. Alamsyah, MM, dalam tanggapannya mengatakan, dalam evaluasi pembangunan daerah ada dua hal yang ingin dicapai yaitu: Pertama, evaluasi pencapaian pembangunan daerah dengan menganalisis pencapaian makro, prioritas nasional dan pengarusutamaan. Kedua, evaluasi tematik berdasarkan permasalahan yang dihadapi daerah.

Alamsyah menambahkan, Aceh merupakan salah satu provinsi dengan alokasi dana pendidikan yang besar dengan berbagai sumber dana, baik dari APBA maupun sumber lainnya.

"Sementara trend peningkatan kualitas pendidikannya masih sangat rendah sehingga daya saing lulusan Aceh dengan perguruan tinggi di luar Aceh sangat sulit. isu ini mungkin dapat menjadi pertimbangan untuk pemilihan subtema evaluasi tematik", ungkap Alamsyah. 

Beberapa persoalan lain yang diutarakan sebagai pertimbangan pemilihan sub tema evaluasi tematik adalah disabilitas karena isu tersebut kurang tersentuh secara akademis dan teknis, sementara Aceh memiliki banyak disabilitas yang harus diperhatikan dengan serius oleh Pemerintah Aceh, baik dari segi pendidikan, ketenagakerjaan dan kemiskinan. 

Hadir pada FGD tersebut Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala, BPS Aceh, Dinas Pendidikan Aceh, Dinas Kesehatan Aceh, Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, Dinas PUPR Aceh, Dinas Pengairan, Sekretaris Dinas Sosial Aceh, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Dinas Peternakan Aceh, Dinas Pangan Aceh, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Aceh, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh, Dinas Registrasi Kependudukan Aceh, Bidang Perencanaan, UPTB-PDGA dan Penelitian Bappeda Aceh. (Fadly)