Singkil Prioritas dalam Penyusunan RANPPDT 2021

Banda Aceh - Bappeda Aceh melaksanakan  Rapat Kunjungan Kerja Sekretaris Daerah Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (SESDITJEN PPDT), Jum’at (28/6/2019). Turut hadir dalam acara ini Razali dan tim dari SESDITJEN PPDT Kementerian KPDT serta dari tim penyusun dokumen Rencana Aksi Daerah (RAD).

Rapat ini dipimpin oleh Aswar, S.Hut, MAP selaku Kasubbid Pengembangan Keuangan Daerah dan Investasi Bappeda Aceh. Terdapat dua isu dalam penyusunan RAD ini yaitu: (1) aksebilitas dan kebencanaan, (2) pengembangan ekonomi bahari Aceh Singkil berbasis digital melalui penguatan BUMG (BUMDes).

Razali menyampaikan berdasarkan data yang ada hanya terdapat satu daerah tertinggal di Provinsi Aceh yaitu Kabupaten Aceh Singkil. Rencana aksi nasional disampaikan ke Pemerintah Pusat mencakup semua aspek karena akan menjadi pedoman bagi Kementerian/Lembaga lainnya.

"Penulisan dokumen ini selain menggunakan data sekunder juga perlu adanya FGD yang dilaksanakan di Kabupaten Aceh Singkil dan Pulau Banyak. Dalam membangun Kabupaten Aceh Singkil jangan hanya melihat aksi saja tetapi perlu melihat keterkaitan yang harus mempertimbangkan semua aspek," kata Razali.

Sektor yang sangat berpotensi dikembangkan di Singkil adalah perikanan dan pariwisata. Untuk sektor perikanan kabupaten ini merupakan daerah penghasil ikan yang luar biasa. Tetapi saat ini dimanfaatkan oleh Kota Sibolga dikarenakan tidak adanya kapal besar di Singkil.

Harapannya laporan yang dihasilkan dapat menggambarkan kondisi  Kabupaya Aceh Singkil dengan berbagai permasalahan yang akhirnya dapat melahirkan master plan, output, dan outcome dari kegiatan di Kabupaten Aceh Singkil. (Dewi)