Bappeda Aceh Selenggarakan Workshop Monev Perencanaan Pembangunan Berbasis Outcome

Banda Aceh - Bappeda Aceh melalui bidang Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan (PEP) menyelenggarakan Workshop Monitoring dan Evaluasi (Monev) Perencanaan Pembangunan Berbasis Outcome. Workshop tersebut diadakan selama dua hari yaitu mulai tanggal 3–4 Juli 2019 bertempat di ruang rapat II Bappeda Aceh.

Workshop tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Aceh Ir. Alamsyah, MM, Rabu (3/7/2019). Workshop difasilitasi oleh Tenaga Ahli Bappeda Ibnu Munzir, S.Psi, MA, dan supporting tim Bappeda Aceh, Drs. T. Sofyansyah.

Pelaksanaan pelaporan perkembangan realisasi penyerapan dana dan realisasi pencapaian target terutama pada kegiatan-kegiatan non infrastruktur masih belum optimal. Hal tersebut terlihat dari rendahnya jumlah penyapaian laporan, data kurang akurat, masih pada tahap indikator output bahkan format pelaporan masih belum mendukung ketersediaan data untuk melakukan penilaian kinerja sehingga hasil monitoring dan evaluasi sering tidak dapat digunakan sebagai bahan masukan/umpan balik dalam siklus perencanaan secara utuh.

“Belum lagi pemahaman dan penetapan indikator kinerja oleh SKPA/SKPK yang belum tepat serta tidak konsistennya target kinerja pada setiap jenjang dokumen perencanaan,” kata Ir. Alamsyah.

Menindaklanjuti UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Permendagri 86 tahun 2017 tentang Fata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang RPJP dan RPJMD serta Tata Cara Perubahan RPJPD, SPJMD dan RKPD serta Peraturan Pemerintah Nomor 8 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan r
rencana Pembangunan Daerah, Bappeda Aceh menyelenggarakan workshop monitoring dan evaluasi berbasis outcome.

Workshop ini diselenggarakan di samping sebagai upaya pembinaan dan peningkatan kapasitas aparatur Bappeda kab/kota dalam melaksanakan monitoring dan evaluasi pembangunan daerah di kab/kota, menyamakan persepsi/pemahaman terkait indikator-indikator kinerja dalam dokumen perencanaan sebagai tolok ukur yang dapat dievaluasi, terutama indikator outcome dari suatu program/kegitan.

Dengan adanya workshop tersebut diharapkan dapat terbangunya sistem monitoring dan evaluasi yang baik, handal, yang dapat memberikan kontribusi yang sangat diperlukan sehingga berjalannya siklus umpan balik pada tahap perencanaan dan akhirnya akan meningkatkan kualiatas perencanaan pembangunan ke depan.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh pejabat dan staf teknis Bappeda kabupaten/kota Bidang Pengendalian dan Evaluasi seluruh Aceh. (Fadly)