Revitalisasi Pelabuhan Balohan Sudah 57 Persen

“Saat ini pengerjaan proyek memasuki tahun ke-2. Kita mengharapkan pada tahun 2020 nanti pelabuhan baru Balohan ini bisa siap dan dapat melayani masyarakat.”
-- Fauzi Umar --
Deputi Teknik Pengembangan dan Tata Ruang BPKS

 

 

Proyek Pembangunan dan Revitalisasi Pelabuhan Penyeberangan Balohan Sabang yang dilaksanakan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) secara fisik telah mencapai 57 persen. Sementara dari sisi keuangan telah direalisasikan 55% dari nilai kontrak tahun jamak (MYC) 2017-2019. Pelaksanaan pembangunan dimulai 25 Juni 2018 dengan anggaran sebesar Rp 215,429 miliar dari pagu Rp 221 miliar. Pembangunan dan Revitalisasi Pelabuhan Penyeberangan Balohan ini bersifat multiyears yakni selama tiga tahun kerja dari 2017 -  2019. 

Hal itu disampaikan M. Okto Rizki Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan dan Revitalisasi Pelabuhan Balohan kepada Tim Tabangun Aceh, di Balohan, Sabang, Senin (29/7/2019). Okto mendampingi Deputi Teknik Pengembangan dan Tata Ruang BPKS, Fauzi Umar yang meninjau proyek tersebut.

Fauzi Umar merincikan, progress kemajuan proyek tersebut antara lain meliputi pembangunan Gedung Kapal Lambat, Pembangunan Gedung Kapal Cepat, Pembangunan Gedung Souvenir dan Kafetaria, Jembatan Mobile Bridge (MB) untuk kapal lambat, pemancangan sheet pile, jembatan tipe A dan jembatan tipe B, jembatan tipe C, serta reklamasi dan pemagaran pada areal pelabuhan seluas 4,5 hektare.

Pembangunan dan Revitalitasi Pelabuhan Balohan ini dilakukan mengingat kondisi pelabuhan yang ada saat ini sudah tidak layak lagi terutama dalam mendukung Kota Sabang sebagai destinasi wisata bahari internasional.  Pelabuhan Balohan sebelumnya semerawut dan sangat sempit, hanya seluas 1 hektare dengan infrastruktur dan areal parkir yang sangat terbatas.

M. Okto Rizki menambahkan, Proyek Pembangunan dan Revitalisasi Pelabuhan Penyeberangan Balohan ini ditargetkan rampung akhir Desember 2019. “Progress kemajuan fisik pekerjaan di lapangan per tanggal 29 Juli 2019 adalah sebesar 57 % dan Realisasi keuangan sebesar 55 % dari total nilai Kontrak MYC,” ungkap Okto.

Pembangunan pelabuhan ini mengunakan anggaran APBN murni melalui multiyers contract tiga tahun dari 2017 sampai 2019 dengan  sasaran utama tersedia infrasrtuktur Pelabuhan Penyeberangan yang layak, modern, dan memadai di Kota Sabang.  “Saat ini pengerjaan proyek memasuki tahun ke-2. Kita mengharapkan pada tahun 2020 nanti pelabuhan baru Balohan ini bisa siap dan dapat melayani masyarakat,” tambah Fauzi Umar.(Putra Suriadi)