Disnaker Mobduk Siapkan SDM Berbasis Pengetahuan dan Keahlian

 

“Untuk 2020 sektor ketenagakerjaan akan mempersiapkan calon tenaga kerja berbasis pengetahuan dan keahlian sesuai dengan permintaan pasar kerja (dunia usaha dan dunia industry) dalam negeri bahkan luar negeri.”

        -- Aswar, MAP --

Kabid PKPTK Disnaker Mobduk Aceh

 

 

 

 

Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh fokus melaksanakan program pembangunan ketegakerjaan yang mengacu kepada  Rencana Strategis Ketenagakerjaan dari 2017 sampai 2022. Berdasarkan renstra tersebut, yang menjadi tugas utama adalah melaksanakan peningkatan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja untuk memasuki pasar tenaga kerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan mobiltas Penduduk Aceh melalui Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja (PKPTK) Aswar, MAP mengatakan, bentuk kegiatan yang dilaksanakan adalah, harmonisasi dan standarisasi, serta sertifikasi kompetensi melalui kerja sama lintas sektor.

Selanjutnya, pengembangan program kemitraan antara pemerintah dengan dunia usaha/industri, dan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah untuk peningkatan kualitas tenaga kerja. Penataan lembaga pelatihan berbasis kompetensi, melalui pengelolaan program pelatihan yang komprehensif dengan mengembangkan lembaga pelatihan provinsi menjadi unggulan dan pendampingan bagi lembaga pelatihan kabupaten/kota.

Kemudian peningkatan kualitas sistem tata kelola program pelatihan untuk mempercepat sertifikasi pekerja. Serta identifikasi dan memilih sektor/sub sektor yang memiliki nilai tambah dan penyerapan tenaga kerja tinggi.

 

Sasaran renstra tersebut akan dijabarkan kembali secara periodik dalam tahunan. “Maka untuk tahun 2020, sektor ketenagakerjaan akan mempersiapkan calon tenaga kerja berbasis pengetahuan dan keahlian sesuai dengan permintaan pasar kerja (dunia usaha dan dunia industri) dalam negeri bahkan luar negeri,” ungkap Aswar.

Beberapa kegiatan yang dilaksanakan adalah meningkatkan  kompetensi pada beberapa sub kejuruan. Di antaranya: desain gaphis, pengelasan untuk kebutuhan industri, web developer, juru ukur, barista, pengelasan, start up bisnis, serta pelatihan bahasa Inggris bagi calon pekerja ke luar negeri, dan lain-lain.

Selain pola pelatihaan langsung di BLK maupun LPK, Disnakermobduk Aceh juga melakukan pola pelatihan berbasis pemagangan dengan tujuan mendekatkan calon tenaga kerja dengan dunia usaha. “Apa yang kita lakukan di daerah juga harus sinkron dengan kebijakan nasional untuk mewujudkan SDM unggul Indonesia maju,” ucap Aswar.

Selain sub kejuruan tersebut, Disnakermobduk Aceh juga melatih masyarakat untuk meningkatkan nilai tambah beberapa produk berbasis pertanian yang  digolongkan dalam padat karya produktif. Seperti memanfaatkan air kelapa dan beberapa produk hasil pertanian lainnya, sehingga mempunyai nilai jual dan berkelanjutan.

Kemudian meningkat sarana dan prasarana beberapa BLK kejuruan unggulan sesuai dengan amanah Pergub 112 tahun 2018. “Kita menyediakan peralatan praktek paada BLK tersebut, kita tingkatkan instrukturnya atau guru ajarnya,” kata Aswar.

Disnakermobduk Aceh juga bekerja sama dengan 5 Balai Besar Latihan Kerja (BBLK) Nasional untuk melatih calon-calon tenaga kerja di bidang vokasi pada kejuruan-kejuruan tertentu yang tidak di BLK-BLK Aceh.  Karenanya, Aswar berpesan kepada calon-calon pekerja yang belum mempunyai keahlian, agar membekali diri sebelum melamar pekerjaan atau memulai usaha secara mandiri.

“Bekalilah dirimu dengan pendidikan vokasi pada BLK-BLK yang ada di Aceh maupun di luar Aceh sesuai dengan minat bakat yang disukai atau melalui dinas tenaga kerja setempat,” pungkas Aswar.(*/cw)