Seminar :Pengelolaan Lahan Berkelanjutan untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

Selasa tanggal 16 September 2014. Berlangsung acara Seminar Nasional yang bertajuk “Pengelolaan Lahan Berkelanjutan untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional”. 

Kegiatan yang di ikuti oleh lima belas perguruan tinggi seluruh Indonesia ini di adakan di  gedung AAC Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), dan acara ini terselenggara atas kerja sama Bappeda Aceh, Unsyiah, dan HITI Komda Aceh.

Dekan Fakultas Pertanian Unsyiah, Dr. Ir. Agussabti, M.Si., dalam kata sambutannya menyampaikan, persoalan di luar hasil tani yang paling penting adalah lahan. Jadi, diskusi tentang lahan berkelanjutan sangat berguna bagi ketahanan pangan. Hampir semua aspek kehidupan, baik itu sosial, ekonomi, dan lingkungan berkaitan erat dengan persoalan lahan.

Hasil seminar ini diharapkan harus mampu melahirkan buah pikiran yang inovatif untuk mengatasi permasahalan yang ada. Sehingga, nantinya hasil seminar bisa dilanjutkan sebagai bahan advokasi kepada Pemerintah Aceh dan pusat. Seminar nasional ini merupakan rangkaian acara perayaan ulang tahun Fakultas Pertanian Unsyiah yang ke-50 sebagai tahun emas. Fakultas Pertanian diharapkan dapat menghasilkan produk-produk yang dapat mendukung kemajuan pertanian Aceh dan Indonesia,” sebutnya.  

Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., yang membuka acara tersebut mengatakan, zaman ini ada dua hal yang mampu memicu konflik di seluruh dunia, yakni konflik energi dan ketahanan pangan. Padahal, kedua aspek tersebut banyak dimiliki Indonesia, namun Indonesia masih mengimpor bahan bakar senilai 280 triliun untuk subsidi energi dan masih memerlukan subsidi pangan. Tema ketahanan pangan semakin menarik ketika melihat data yang ada bahwa Indonesia menduduki posisi ketiga terendah dari negara-negara ASEAN lainnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Dr. Ir. Hairul Basri, M.Sc., menambahkan, pada 17 September 2014 acara akan dilanjutkan dengan presentasi lima puluh makalah sekaligus pelantikan pengurus Himpunan Ilmu Tanah Indonesia (HITI) Aceh. Para pemakalah berasal dari lima belas perguruan tinggi di Indonesia serta badan dan balai. 

Kampus-kampus yang ikut membahas tentang ketahanan pangan yaitu Universitas Syiah Kuala, Universitas Sumatera Utara, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Universitas Malikussaleh, Universitas Amir Hamzah, Universitas Andalas, Universitas Jambi, Universitas Riau, Universitas Lampung, Universitas Sriwijaya, Universitas Padjajaran, Institut Teknologi Bogor, Universitas Bandung Raya, Universitas Hasanuddin, Universitas Haluleo Kendari, serta Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Lahan, BPTP Bengkulu dan Jambi.