E-RENCANA, PERENCANAAN BERBASIS SISTEM ELEKTRONIK

 

E-RENCANA, PERENCANAAN BERBASIS SISTEM ELEKTRONIK

“Dengan memanfaatkan tool ini, penyusunan rencana pembangunan dapat terselesaikan dengan mudah, cepat, tepat dan sesuai skedul perencanaan.”
-- Ramzi, M.Si --
Kabid Program dan Pendanaan Bappeda Aceh

E-Rencana merupakan Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Aceh yang dikembangkan oleh Bappeda Aceh untuk mentransformasikan perencanaan konvensional kepada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara elektronik (web-based). E-Rencana yang merupakan bagian dari implementasi road map e-Government Aceh, telah mulai dikembangkan tahun 2013, dan diluncurkan oleh Gubernur Aceh pada 14 April 2014.

Kabid Program dan Pendanaan Bappeda Aceh, Ramzi, M.Si kepada Tabangun Aceh, September 2018 mengatakan, Bappeda Aceh memanfaatkan instrumen (tool) ini dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Aceh (RKPA). Hal ini dimaksudkan untuk membantu perencanaan yang dibuat oleh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan kabupaten/kota agar sesuai dengan RPJMA, Rencana Induk Pemanfaatan Dana Otonomi Khusus Aceh 2008-2027, dan arahan yang terkandung dalam Permendagri Nomor 86 Tahun 2017.

“Dengan memanfaatkan tool ini, penyusunan rencana pembangunan dapat terselesaikan dengan mudah, cepat, tepat dan sesuai skedul perencanaan,” ungkap Ramzi.

Menurutnya, sejak awal penggunaannya pada perencanaan tahun 2015 sampai dengan penyusunan perencanaan tahun 2019, e-Rencana sudah mengakomodir 8 pelevelan pengguna (login), dengan hak akses atau kewenangan yang berbeda dan tidak tumpang tindih satu dengan lainnya. Hak akses ini terdiri atas login pengguna (SKPA, kabupaten/kota dan guest/masyarakat).

Selanjutnya terdapat login reviewer/evaluator (Bidang Perencana Bappeda Aceh dan TAPA), login monitoring untuk memberikan kemudahan bagi pimpinan mengontrol proses perencanaan berjalan, serta login operator dan admin sebagai pengelola aplikasi dan database.

Memperhatikan dinamika perencanaan yang terus berkembang dan keinginan untuk membangun transparansi dan akuntabilitas perencanaan yang lebih baik, pada tahun 2017/2018, Bappeda kembali melakukan pengembangan dengan merestrukturisasi referensi mengikat e-Rencana sesuai struktur RPJMA 2017-2022. Tujuannya agar mampu mengakomodir visi, misi, tujuan/indikator, prioritas, sasaran/indikator, strategi, arah kebijakan, unggulan Aceh hebat, urusan, bidang urusan, program/tolok ukur, kegiatan dan prioritas RKPA.

Selain itu, dilakukan juga penyesuaian menu sumber dana untuk merinci label, dari sebelumnya hanya 13 menjadi 32 label sumber dana, dari bagian Pendapatan Asli Aceh, Dana Perimbangan, Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah, dan SiLPA/SILPA.

“Penambahan beberapa fitur baru seperti jenis belanja, sub kegiatan dan informasi pendukungnya dengan tujuan untuk mengoptimalkan pembahasan usulan pada forum musrenbang, serta meminimalisir argumen yang tidak substantif tanpa data dukung dan kelengkapan dokumen usulan,” papar Kabid Program dan Pendanaan Bappeda Aceh, Ramzi, M.Si. (cek wat)