APBA MOLOR, PEMBANGUNAN PUN TERGANGGU

Dalam beberapa tahun terakhir, pengesahan Anggaran Pembangunan Belanja Aceh (APBA) selalu mengalami keterlambatan. Bahkan keterlambatannya, seperti yang terjadi pada tahun 2018 ini, hampir mencapai satu triwulan tahun anggaran.

Keterlambatan pengesahan APBA ini pasti akan berpengaruh pada pelaksanaan pembangunan Aceh. Konsekuensinya, target-target yang telah ditetapkan oleh daerah menjadi mundur.

Keterlambatan pembangunan ini berakibat tidak baik ke banyak sektor, termasuk perekonomian masyarakat. Kehidupan ekonomi masyarakat menjadi lebih sulit. Ini dikarenakan perputaran uang di Aceh sangat tergantung dari kucuran dana APBA yang dicairkan melalui proyek-proyek yang dilaksanakan.

Kepada Tabangun Aceh, Agus Miftah, salah satu rekanan berharap agar APBA dapat disahkan tepat waktu, yaitu pada akhir November atau awal Desember 2018, sehingga Januari 2019 proses pengerjaannya dapat dilaksanakan. Salah satu dampaknya, terang Agus, yaitu sebagian rekanan memiliki tenaga kerja tetap sehingga mereka harus membayar gaji karyawannya, walaupun mereka baru bekerja sekitar bulan Mei ketika proyek baru berjalan.

Agus menambahkan, dampak lain dari molornya pengesahan APBA adalah kualitas pekerjaan jadi terganggu. Ini karena proyek baru dikerjakan serentak pada akhir tahun, sehingga harga bahan material menjadi mahal. Selain faktor cuaca yang memasuki musim hujan di akhir tahun.

Karenanya, Agus sangat berharap agar APBA dapat disahkan tepat waktu, yaitu akhir tahun 2019. Harapannya, proyek pembangunan tahun 2019, sudah bisa dilaksanakan pada bulan Febuari atau Maret 2019.

Ketepatan waktu pengesahan APBA yang diikuti bergulir proyek pembangunan, akan berdampak pada berkurangnya beban hidup masyarakat dan para rekanan proyek, serta juga menghasilkan pekerjaan berkualitas.(ska)