Pelatihan KTPM dan TPM Program IPDMIP Aceh Tahun 2021

Banda Aceh (17/3/2021) -  Bappeda Aceh menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Koordinator Tenaga Pendamping Masyarakat (KTPM) dan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Program IPDMIP Aceh Tahun 2021 yang dikoordinir oleh Bidang Perencanaan Pembangunan Infrastruktur dan Kewilayahan. Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan di Hotel Grand Permata Hati selama 4 (empat) hari dari tanggal 16-19 maret 2021.

Kegiatan pelatihan dibuka oleh Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Infrastruktur dan kewilayahan Bappeda Aceh, Dedi Fahrian, ST, MT. Dalam sambutannya beliau menyampaikan kegiatan Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) merupakan implementasi dari prioritas nasional Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional  (RPJMN) tahun 2020-2024 yaitu ketahanan pangan, air, energi, dan lingkungan hidup yang terurai dalam Pengelolaan Pengembangan Sistem Irigasi Partisipatif (PPSIP).

“Program ini diwujudkan untuk meningkatkan kemampuan pengelola irigasi, petani pemakai air (P2A) dan penerima manfaat irigasi lainnya dalam melaksanakan pengelolaan irigasi secara efektif, efisien, dan keberlanjutan dengan melibatkan patisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan sistem irigasi”, kata Dedi Fahrian.

Tujuan dari program IPDMIP ini adalah untuk mencapai keberlanjutan sistem irigasi, baik sistem irigasi kewenangan pusat, kewenangan provinsi maupun kewenangan kabupaten. Keluaran dan dampak yang diharapkan dari program tersebut adalah menguatnya sistem dan kapasitas kelembagaan irigasi pertanian yang berkelanjutan, membaiknya operasional, pemeliharaan dan pengelolaan sistem irigasi, membaiknya infrastruktur irigasi dan meningkatnya pendapatan pertanian, untuk mendukung tercapainya swasembada pangan sesuai program NAWACITA pemerintah.

Pelatihan ini diikuti oleh 55 orang TPM  dan 4 orang KTPM dari Kabupaten Aceh Besar, Bireuen, Aceh Utara, dan Kabupaten Aceh Timur. Adapun narasumber yang mengisi materi pelatihan terdiri dari (1) Dinas Pengairan Provinsi Aceh (Ir. Sukardi, ME) tentang Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Secara Partisipatif; (2) Peneliti Muda Balai Pengkajian Teknologi Pertanian(BPTP) (Fenty Ferayanti, SP) tentang Penggunaan Varietas Padi di Berbagai Agroekosistem Lahan Sawah dan Melakukan Pemilihan/Seleksi Benih; (3) Tenaga Ahli Kelembagaan Konsultan Pendukung BWSS I (Ir. M. Hidayat, MM) tentang Percepatan Pemberdayaan P3A/GP3A/IP3A atau Keujreun Blang; (4) Dosen Program Magister Agribisnis Unsyiah (Dr. Ir. Romano) tentang Usaha Ekonomi Produktif (UEP); (5) Sub. Koordinator Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian/Penyuluh Muda Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh (Ir. M. Ramlan) tentang Teknologi Jarwo dengan Penerapan Pengairan Basah Kering (Alternate Wetting and Drying); (6) Tenaga Ahli Pengembangan Program ISAI Sub Regional I Aceh (Karyadi Chandra, SE) tentang Review Peran TPM dalm Fasilitas Pelatighan PSETK DAN Konstruksi Partisipatif; (7) Konsultasn On Grenting Dinas Pangan Aceh (Fatimah Zuhra, S.Pd) tentang Review Perspektif Gender Dalam Pembangunan dan Penerapannya dalam Kegiatan PPSIP; dan (8) Tenaga Ahli Pengembangan Program ISAI Sub Regional I Aceh (Karyadi Chandra, SE) tentang Penyusunan Program Kerja, Pelaporan serta Evaluasi Kinerja TPM.