Kick Off Meeting Pokja Air Minum Penyehatan Lingkungan (AMPL) dan Sanitasi Provinsi Aceh


Banda Aceh (31/3/2021) - Bappeda Aceh melalui Bidang Perencanaan Pembangunan Infrastruktur dan Kewilayahan 
melaksanakan kegiatan Kick Off Meeting Tahunan Kelompok Kerja Air Minum Penyehatan Lingkungan dan Sanitasi Provinsi Aceh dengan tema “Perencanaan Terintegrasi Sektor Pembangunan Perumahan Air Minum dan Sanitasi (PPAS)”. Acara dilaksanakan selama 1 (satu) hari bertempat di Hermes Palace Hotel Banda Aceh.

Dedy Fahrian, ST, MT, Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Infrastruktur dan kewilayahan Bappeda Aceh menyampaikan Acara Kick off meeting ini tujuan untuk meningkatkan peran serta lintas sektor dalam mewujudkan perencanaan yang terintegrasi, akses air minum dan sanitasi layak serta berkelanjutan sesuai target RPJMA serta target SDGs secara Nasional, khususnya di Aceh.

Permasalahan air minum dan sanitasi memegang peran penting karena merupakan urusan wajib pelayanan dasar seperti yang diamanatkan dalam undang-undang, yaitu UU nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah. Selain itu, beberapa isu strategis yang berkaitan erat dengan air minum dan sanitasi anatara lain isu kemiskinan dan isu stanting.

Hasil yang diharapkan dari kick off meeting ini antara lain; (1) adanya kesamaan persepsi  dan pemahaman terkait isu air minum dan sanitasi di Aceh, (2) teridentifikasinya permasalahan terkait isu air minum dan sanitasi di Kabupaten/kota, dan (3) menghasilkan rekomendasi atau keputusan yang nantinya akan digunakan sebagai pedoman perencanaan terintegrasi sektor perumahan, air minum dan sanitasi di Aceh.

Acara dibuka oleh Ir. Iskandar Syukri, MM, MT. Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Perekonomian, Keuangan dan Pembangunan. Dalam sambutannya beliau menyampaikan Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan dan Sanitasi (Pokja AMPL/S) merupakan sebuah lembaga ADHOC yang dibentuk sebagai wadah atau forum komunikasi dan koordinasi agar pembangunan air minum dan sanitasi berjalan lebih baik. Tujuan pembentukan pokja AMPL/S adalah untuk meningkatkan koordinasi antara lembaga pemerintah pelaku pembangunan air minum dan sanitasi.

Fokus pertemuan ini terkait dengan “Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM)” pada sektor pekerjaan umum dan penataan ruang serta perumahan rakyat dan kawasan permukiman, khususnya pada upaya penyelengaraan perumahan serta layanan air minum dan sanitasi layak yang berkualitas.

Informasi yang didapatkan di lapangan menunjukkan bahwa capaian sektor air minum dan sanitasi di Provinsi Aceh saat ini masih rendah. Tahun 2020, capaian untuk akses air minum layak (jaringan perpipaan) sebesar 17,66 persen dan capaian untuk akses sanitasi layak sebesar 76,38 persen.

Pemerintah Aceh telah menargetkan capain yang haruh terpenuhi sampai dengan tahun 2022 untuk air minum layak (jaringan perpipaan) sebesar 20,57 persen dan untuk akses sanitasi layak sebesar 81,89 persen.

Besarnya GAP antara capaian dan terget merupakan bukan permasalahan sederhana. Apalagi kondidi air minum dan sanitasi yang buruk sangat berkaitan erat dengan angka kemiskinan, dan merupakan salah satu faktor penyebab stunting. Permasalahan yang sering muncul berawal dari proses identifikasi masalah dan isu yang belum optimal serta belum terintegrasinya perencanaan pelaksanaan dan pembangunan perumahan, air minum, penyehatan lingkungan, dan sanitasi. 

Untuk mendukung kegiatan ini, Bappeda Aceh telah menghadirkan narasumber, yang pertama Ir. Laisa Wahanudin M.Med, SC (PH) dari Direktorat Perumahan dan Permukiman Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, yang kedua Drh. Hairul, MM Kepala Bappeda Litbang Kab. Sumbawa Barat Provinsi NTB, yang ketiga M. Dafian, ST Kepala Bappeda Kota Langsa, yang keempat Marsaulina Farida Masniari, ST, ME dari Direktorat Sanitasi Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, yang kelima Ely Setyawati, SKM, MKM Koordinator Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar Direktorat Kesehatan Lingkungan Ditjen Kesmas Kementerian Kesehatan, dan yang keenam T. Zul Husni, S.Sos, M.Si Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Gampong Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh.

Peserta Kick Off Meeting Air Minum Penyehatan Lingkungan dan Sanitasi berjumlah 95 orang terdiri dari Sekretaris Daerah 23 Kab/Kota, Bappeda 23 Kab/Kota, dan Dinas PUPR/Perkim 23 Kab/Kota serta dari Provinsi yang diikuti oleh Bappeda Aceh, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh, Dinas Kesehatan Aceh, dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Aceh, Biro Administrasi Pembangunan, Balai Prasarana Permukiman Wilayah Aceh, Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman, Yayasan Aceh Hijau, Kotaku, Pamsimas, dan UNICEF.