Evaluasi Penginputan dan Verifikasi Usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun 2022

Banda Aceh (05/07/2021) - Bappeda Aceh melalui Bidang Program dan Pendanaan Pembangunan melaksanakan acara “Evaluasi Penginputan dan Verifikasi Usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun 2022”, bertempat di Hermes Palace Hotel. Acara tersebut diisi oleh narasumber dari; (1) Dirjen Direktur Dana Transfer Khusus DJPK Kemenkeu; (2) Sekretaris Ditjen Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri; (3) Plt. Direktur Pembangunan Daerah, Kementerian PPN/Bappenas; dan (4) Tim Krisna DAK, Kementerian PPN/Bappenas RI. Peserta yang hadir yaitu Tim dari Pokja Ekonomi dan SDA, Pokja Infrastruktur, dan Pokja Keinstimewaan Aceh dan SDM, serta unsur Kabupaten/Kota yang mengikuti secara Virtual.

Kabid program dan pendanaan pembangunan, Muhammad Ikhsa, ST, MT, M.Eng, memberikan sambutan dan arahan sekaligus membuka acara tersebut. Beliau menyampaikan ketregantungan fiscal daerah terhadap dana transfer (seperti DAU, DAK, DBH, Dana Otsus, DID) dalam pembangunan daerah masih sangat tinggi baik provinsi maupun kabupaten/kota, hal ini terlihat dari persentase struktur pendapatan APBA/APBD Kabupaten/Kota pada setiap tahunnya. DAK merupakan Dana Pusat yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional. Sebagaimana yang diamanatkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI pada acara Sosialisasi Kebijakan Dana Transfer Khusus (DTK) tahun 2022 pada tanggal 19 Mei 2021, terdapat beberapa poin penting yang harus menjadi perhatian bersama dalam perencanaan DAK Fisik Tagun 2022 antara lain; (1) Usulan tidak terlalu banyak dan fokus pada prioritas; (2) Bagi daerah lokpri memanfaatkan kesempatan yang diberikan dengan membuat usulan lengkap sesuai dengan penugasan; (3) Mempersiapkan dokumen teknis; (4) Melaksanakan kegiatan tersebut dengan sebaik-baiknya untuk optimalisasi penyerapan; (5) Meningkatkan akuntabilitas pelaksanaan DTK dengan melibatkan auditor di daerah; dan (6) Mengintegrasikan seluruh sumber pendanaan pembangunan yang ada.

Berdasarkan hasil inputan usulan DAK Fisik Tahun 2022 dalam aplikasi KRISNA DAK, diketahui jumlah usulan Provinsi Aceh sebanyak 5.397 usulan dengan alokasi dana sebesar Rp. 2,6 Triliun. Dari jumlah tersebut sekitar 98,96 persen merupakan usulan dari bidang pendidikan yakni sebanyak 5.310 usulan. Hal ini menggambarkan bahwa usulan pada sektor pendidikan belum fokus dan selektif sehingga hasilnya tidak konkrit dan signifikan.

Tahapan perencanaan dan penganggaran DAK Fisik Tahun 2022 saat ini telah memasuki tahapan verifikasi usulan baik yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri RI maupun oleh Tim Verifikasi DAK Fisik Provinsi. Untuk itu, kami berharap kepada tim verifikasi provinsi dapat melakukan penilaian usulan kabupaten/kota tepat waktu dan dapat memperhatikan Indikator dan pembobotan verifikasi DAK Fisik Tahun 2022 sesuai dengan bidang masing-masing serta untuk bidang pendidikan, harus memperhatikan konsep ketuntasan sarana dan prasarana pendidikan, dengan kata lain pemenuhan dilakukan secara menyeluruh sesuai dengan kebutuhan sarana dan prasarana sekolah secara menyeluruh (sasaran sekolah lebih sedikit namun seluruh permasalahan sarana dan prasarana di sekolah tersebut tuntas).

Harapannya agar kepada seluruh SKPA dan Pemerintah Kabupaten/Kota yang mengelola DAK Fisik Tahun 2021 dapat lebih memaksimalkan serapan anggaran dan kinerja. Selanjutnya, untuk optimalisasi proses sinkronisasi dan harmonisasi usulan DAK Fisik Tahun 2022 antara K/L dan daerah, maka kami mengharapkan kepada bapak/ibu agar dapat menyiapkan seluruh data dukung/readiness criteria untuk setiap usulan kegiatan.